Rabu, 10 Oktober 2012

Kemah Kaum Muda Baptis Indonesia (KKMBI 2012)

Diposting oleh Unknown di 10/10/2012 02:23:00 AM



"Ini gayaku…ini hidupku kar’na Yesus di dalamku
Ku takkan sama dengan dunia..
Kasih setia-Nya yang tak berubah tercurah kepadaku
Kebenaran dan keadilan-Nya nyata bagiku…"

Penggalan lagu tema inilah yang menjadi spirit bagi Kaum Muda Baptis Indonesia untuk melaksanakan KKMBI 2012 di Bumi Perkemahan Sumber Boyong, Sleman, Yogyakarta.
Sore itu, Minggu, 1 Juli 2012 sekitar pukul 4 sore, anak muda dan remaja berkumpul di gereja untuk mempersiapkan keberangkatan menuju KKMBI 2012. Rombongan kami adalah saya (Wulan), Ruth Betty, Yedija, Angela, Ryan, Sigit, Sugito, Iis, Gunawan, Dapen, Wahyu dan Jeremy. Setelah kami didoakan, kami berangkat menuju GB Pertama. Di sanalah tempat pertama kami menemukan teman-teman baru. Setelah beberapa lama, kami dijemput oleh 2 bus Pahala Kencana. Rombongan gereja kami mendapat bus kedua. Di bus kedua ini hanya ada rombongan kami, rombongan dari Riau, dan ketua rombongan bus kami. Setelah kurang lebih 12 jam perjalanan, kami tiba di pangkalan bus Pahala Kencana Yogyakarta. Waktu itu menunjukkan kurang lebih pukul  6 pagi.
Dari sana, kami dijemput oleh bus kota yang dipesan oleh panitia, langsung menuju tempat perkemahan. Di tengah jalan, saat menanjak, bus kami sempat mogok. Puji Tuhan, tidak lama kemudian bus bisa segera diperbaiki. Maka, sekitar pukul 9 pagi, kami tiba di Bumi Perkemahan Sumber Boyong, Yogyakarta. Setiba di sana kami mempersiapkan diri kami masing-masing. Mulai dari mandi, registrasi, dll. Setelah registrasi kami mendapatkan atribut KKMBI, yaitu slayer, hand book dan co card/ name tag yang bertuliskan nama, tempat tenda kami juga tempat angkringan (tenda tempat pengambilan konsumsi) dan gambar kelompok. Saya sendiri saat hari pertama belum mendapatkan co card, karena ada kesalahan di bagian registrasi. Dan malam harinya saya harus mengurusnya. Tapi, keesokan harinya saya telah mendapatkan co cardnya.
Pada pukul 5 sore kami melaksanakan Opening Ceremony. Pada Opening Ceremony ini, ada perwakilan dari setiap BPD yang hadir. Perwakilan tersebut ditugaskan untuk memakai pakaian adat khas dari daerah mereka. Ada 14 BPD dari seluruh Indonesia yang mengikuti KKMBI 2012 dan bersama-sama menampilkan keunikan daerah masing-masing. Kami sendiri, dari Jawa Barat, mengutus Ruth dan Sugito untuk mewakili BPD Jabar dalam Opening Ceremony tersebut dengan menggunakan pakaian adat khas Jabar, yaitu kebaya.
Setelah makan malam, kami segera mengikuti Welcome Party. Sambutan yang sungguh luar biasa di KKMBI 2012 ini. Semangat kaum muda benar-benar terasa dalam setiap acara. Mulai dari pujian, Firman Tuhan oleh Pdt. Timotius Kabul, sampai kepada penyalaan kembang api. Sungguh mempesona! Pesta kembang api malam itu merupakan sebuah sambutan penuh sukacita untuk para peserta KKMBI 2012. Malam itu juga, kami menonton sebuah pertunjukan khas Jawa, yaitu Ketoprak. Grup ketoprak ini dipimpin oleh Bapak Dwi Tirtayasa. Kisahnya mengenai kehidupan Yusuf. Ketoprak ini dibawakan dengan sense of humor yang cukup tinggi, disertai dengan makna mendalam dari kisah kehidupan Yusuf yang disampaikan.
Hari pertama KKMBI 2012 sangat luar biasa. Hari itu juga adalah hari pertama kami untuk membiasakan diri tidur di dalam dinginnya malam di Sumber Boyong Yogyakarta. Tenda kami juga dingin dan penuh dengan embun.
Keesokan harinya, 3 Juli 2012, kira-kira pukul 5 pagi, seluruh peserta dibangunkan oleh operator informasi, “Kepada seluruh peserta KKMBI 2012 diharapkan segera bangun dan bersaat teduh, karena waktu telah menunjukkan pukul 04.50.” Udara dingin membuat badan saya menggigil, tapi tetap kami bersaat teduh bersama di dalam tenda. Selesai saat teduh, kami mengantri mandi. Pukul 05.30 antrian kamar mandi sudah cukup panjang. Saya harus mengantri selama +/- 1 jam. Saat pagi hari, mulai pukul 5 sampai 6.30 pagi, operator informasi selalu memutarkan lagu-lagu rohani. Entah kenapa, hal itu sangat membuat hati dan pikiran adem. J
Pada hari kedua tersebut, ada 3 sesi yang kami dapatkan. Sesi pertama adalah mengenai “Pemuda di Era IT.” Sesi ini membahas mengenai bagaimana menjadi anak muda yang melek teknologi, tidak ketinggalan zaman, tetapi tetap memegang teguh prinsip Firman Tuhan. Sesi mengenai teknologi ini disampaikan oleh Ir. Miste Yuono.
Sesi 2 dilanjutkan setelahnya. Sesi ini membahas tentang “Kewirausahaan.” Disampaikan oleh Ir. Jacky Latupeirissa. Beliau menyampaikan bagaimana sifat seorang entrepreneur, bagaimana memulai sebuah usaha dan mengembangkannya. Pada siang itu juga kami diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat perawatan bunga krisan. Selain itu, kami juga mengunjungi pabrik tempat pembuatan produk yang berasal dari jamur. Sore harinya, kami diberi kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat dan membantu pekerjaan mereka. Senang sekali. Kami membantu sedikit, dan sesudahnya kami diberi salak. Hehehe… Mantabsss
Pada sore harinya, kami memperoleh sesi 3. Sesi ini mengenai “Penata Layanan.” Sesi ini dijelaskan oleh Pdt. Martinus Ursia. Dalam penata layanan ini, anak muda dituntut memiliki sikap hidup yang setia, jujur, taat, bekerja keras, dan mendapatkan upah.
Pada hari ke-2 ini juga diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani. Petugas dalam ibadah KKR ini adalah kontingen dari Jawa Barat. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Firmanius Wanujaya.  Dalam ibadah KKR ini banyak anak muda yang mengambil keputusan pribadi. Malam semakin larut, dan dari sumber informasi, operator mengumumkan, “Kepada seluruh peserta KKMBI diharapkan segera beristirahat, karena besok masih banyak acara yang harus diikuti.”
Hari ke-3. Rabu, 4 Juli 2102. Diawali dengan persiapan pribadi. Selanjutnya adalah sesi ke 4 mengenai “Karakter dan Integritas.” Sesi ini disampaikan oleh Pdt. Yustianus Djoko Santoso. Setelah diselingi snack, sesi terakhir KKMBI mengenai Jati Diri Pemuda Baptis disampaikan oleh dr. Andreas Andoko.
Di siang hari yang panas, sesudah kami makan siang, kami diberi kesempatan untuk workshop kembali. Tempat yang kami tuju memang jauh dari bumi perkemahan kami. Kami harus berjalan kurang lebih 1 jam untuk dapat mencapai tempat itu. Tempat yang kelompok kami tuju adalah peternakan cacing. Di sana cacing tanah dikembangbiakkan untuk membantu pembuatan pupuk organik. Setelah itu, kami diajak ke peternakan sapi perah. Di sana kami diberi segelas susu murni segar dengan rasa strawberry. Kami juga diberi penjelasan mengenai sapi perah dan bagaimana beternak sapi perah tersebut.
   Sore harinya, kami menumpang mandi di rumah masyarakat. Saya, Ruth, Nesya dan Iis menumpang mandi di keluarga Katolik. Mereka memiliki warung. Keluarga ini sangat ramah dan baik pada kami. Setelah mempersiapkan diri kami masing-masing, kami langsung menuju perkemahan. Sore hari itu diisi dengan Seminar dari Lembaga Misi Baptis di Indonesia. Lembaga Misinya adalah Rumah Sakit Baptis (di Lampung dan Kediri), Sekolah Tinggi Kesehatan Baptis Kediri, Sekolah Tinggi Teologia Baptis Jakarta, dan Sekolah Tinggi Desain Indonesia.
Malam hari itu pun sangat istimewa. Setelah kami makan malam, kami menikmati Talents Show dari berbagai BPD di Indonesia. Ada tarian daerah dari BPD Kedu, ada drama dari BPD Semarang, persembahan pujian, dan lain-lain. Kami dari Jawa Barat tidak menampilkan talents show pada malam itu, karena waktu untuk talents show telah habis. Jadi, kami tampil di saat closing ceremony hari Jumat, 6 Juli 2012.
Hari ke 4, Kamis, 5 Juli 2012 adalah hari yang sangat istimewa. Pada hari itu tidak ada sesi. Yang ada hanyalah main, main dan main. Hehe. Hari itu kami mengikuti acara Tracking and Out Bond. Kami per kelompok menyusuri daerah Kaliurang. Kami melihat pemandangan yang sangat indah di sana. Kegiatan out bond yang kami lakukan juga sangat menyenangkan. Setiap games yang diberikan memacu kami untuk bekerjasama dan saling membantu. Tracking dan out bond hari itu diakhiri dengan Water War. Perang air ini benar-benar seru. Grup besar kami (grup Wayang) berusaha memperebutkan bendera KKMBI saat itu. Sesudah itu, kami kembali ke perkemahan dan mempersiapkan diri untuk ibadah dedikasi.
Ibadah dedikasi dilaksanakan pada Kamis sesudah makan malam. Ibadah dedikasi ini adalah salah satu puncak acara KKMBI 2012. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yosia. Pada ibadah dedikasi ini juga ada sebuah penampilan yang sangat istimewa. Kami secara langsung melihat the Great Indonesian Idol, Judika bersaksi dan memuji Tuhan. Penampilan Judika ini menarik perhatian anak-anak muda yang hadir. Anak muda yang tadinya ngantuk dan nyaris ketiduran, menjadi terbangun dan bersemangat kembali.
Malam istimewa itu segera berakhir. Kami kembali ke tenda dan beristirahat dalam dinginnya malam itu. Waktu cepat sekali berlalu. Tak terasa, malam itu adalah malam terakhir kami merasakan kegembiraan di Kaliurang bersama kurang lebih 800 anak muda Baptis dari seluruh Indonesia.
Keesokan harinya, Jumat, 6 Juli 2012, pukul 9 pagi, kami melaksanakan closing ceremony. Closing ceremony adalah kegiatan terakhir kami di KKMBI 2012. Ada perasaan sedih yang muncul karena harus berpisah dengan teman-teman di KKMBI. Sesudah makan siang, kami mengemas barang-barang bawaan kami. Satu-persatu BPD dijemput oleh bus dan pulang ke asalnya. BPD Jawa Barat dijemput bus sekitar pukul 4 sore. Saya sangat lelah membawa barang-barang bawaan saya. Untung saja, ada yang mau membantu saya membawa tas mendaki bukit menuju bus. Dari perkemahan Sumber Boyong kami diantar sampai ke BMB (GBI Anugerah Yogtakarta). Kami sampai di BMB kira-kira pukul 6 sore. Kami diberi kesempatan untuk berjalan-jalan.
Setelah dibicarakan dengan teman-teman, maka rombongan gereja Bakti, Cimahi dan beberapa teman lainnya termasuk ketua BPD Jabar, mas Eriec berencana pergi ke Malioboro. Pukul 7 malam kami baru bisa berjalan-jalan ke Malioboro. Perjalanan dari BMB ke Malioboro cukup jauh karena kami berjalan kaki. Waktu yang kami tempuh untuk ke Malioboro kurang lebih 30 menit. Maka, karena kereta Lodaya yang menuju Bandung berangkat pukul 21.24 dari Stasiun Tugu, kami diharuskan berkumpul kembali di BMB pukul 20.30. Kami diberi waktu 15 menit untuk membeli oleh-oleh di Malioboro. Saat inilah ketegangan dimulai. Dengan waktu yang sangat singkat, kami, khususnya cewek, tidak dapat memilih dengan baik. Kami sempat menyesal karena membeli bakpia dengan harga mahal di sebuah toko, padahal di sebelah toko itu ada penjual bakpia emperan yang menjual dengan harga jauh lebih murah. X_X
Puncak ketegangan terjadi saat waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 tapi rombongan kami belum berkumpul semua untuk kembali ke BMB. Kami sangat-sangatlah riweuh saat itu. Kenapa? Karena ada beberapa tas yang belum bertanda pita biru, yang menunjukkan bahwa tas itu milik kontingen Jawa Barat, sementara tas-tas PKMB BPD Jabar akan dikirim ke stasiun dengan mobil panitia. Akhirnya, mas Eriec pun jadi panic. Ia terlihat sangat cemas. Sesampai di BMB, kami buru-buru memasukkan tas-tas kami ke dalam mobil panitia. Setelah itu, kami kembali lagi buru-buru menuju Stasiun Tugu.
Tiba di Stasiun Tugu, barang-barang kami dicek satu-persatu. Ternyata, ada tas-tas dari satu gereja yang tertinggal di BMB. Panitia yang ada saat itu pun ikut panik. Beberapa menit kemudian, kereta pun datang. Kami masuk ke dalam kereta, menuju gerbong bisnis yang lumayan jauh dari peron di mana kami menunggu. Kelegaan pun perlahan dirasakan ketika kami sudah bisa menikmati perjalanan menuju Bandung. Saya, Yedit, dan Angel berbeda gerbong dengan anak Bakti lainnya. Saya duduk bersebelahan dengan Yedit. Di hadapan kami ada Karin dan juga Lanny dari gereja Imanuel.  Di gerbong kami, banyak kejadian lucu yang terjadi. Tapi, karena kami lelah, tak lama kemudian pun kami tidur.
Kurang lebih 8 jam kemudian, Stasiun Bandung yang kami tuju mulai terlihat. Setelah melewati perjalanan panjang juga tidur yang terganggu oleh pedagang makanan yang masuk malam hari saat kereta transit di stasiun-stasiun, kami bersyukur karena Tuhan menjagai kami sampai tiba di Bandung. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi saat kami keluar dari peron Stasiun Bandung. Setelah menunggu beberapa saat, kami dijemput oleh Pdt. Joko juga mas Kirman. Inilah saat perpisahan kami dengan teman-teman KKMBI dari Jabar. Kami juga diantar oleh mas Eriec sampai ke pintu depan tempat kami dijemput. Saya mengucapkan salam pada teman-teman dari GBI Cimahi yang saat itu masih bersama-sama dengan kami.
Hari Sabtu, 7 Juli 2012, pukul 7 pagi, kami kembali berada di gereja Baptis Bakti dengan keadaan yang baik. Terimakasih Tuhan untuk kesempatan mengikuti KKMBI 2012. Banyak pengalaman berharga yang kami dapatkan dari acara kemah ini. Kami berharap, KKMBI tahun ini menjadi momen terbaik untuk membangkitkan kembali semangat kaum muda Baptis di Indonesia. Amin. Jesus bless us!

0 komentar:

Posting Komentar

 

Hello, world!! Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting