"Ini
gayaku…ini hidupku kar’na Yesus di dalamku
Ku
takkan sama dengan dunia..
Kasih
setia-Nya yang tak berubah tercurah kepadaku
Kebenaran
dan keadilan-Nya nyata bagiku…"
Penggalan lagu tema
inilah yang menjadi spirit bagi Kaum Muda Baptis Indonesia untuk melaksanakan
KKMBI 2012 di Bumi Perkemahan Sumber Boyong, Sleman, Yogyakarta.
Sore itu, Minggu, 1
Juli 2012 sekitar pukul 4 sore, anak muda dan remaja berkumpul di gereja untuk
mempersiapkan keberangkatan menuju KKMBI 2012. Rombongan kami adalah saya (Wulan),
Ruth Betty, Yedija, Angela, Ryan, Sigit, Sugito, Iis, Gunawan, Dapen, Wahyu dan
Jeremy. Setelah kami didoakan, kami berangkat menuju GB Pertama. Di sanalah
tempat pertama kami menemukan teman-teman baru. Setelah beberapa lama, kami
dijemput oleh 2 bus Pahala Kencana. Rombongan gereja kami mendapat bus kedua.
Di bus kedua ini hanya ada rombongan kami, rombongan dari Riau, dan ketua
rombongan bus kami. Setelah kurang lebih 12 jam perjalanan, kami tiba di
pangkalan bus Pahala Kencana Yogyakarta. Waktu itu menunjukkan kurang lebih
pukul 6 pagi.
Dari sana, kami
dijemput oleh bus kota yang dipesan oleh panitia, langsung menuju tempat
perkemahan. Di tengah jalan, saat menanjak, bus kami sempat mogok. Puji Tuhan,
tidak lama kemudian bus bisa segera diperbaiki. Maka, sekitar pukul 9 pagi,
kami tiba di Bumi Perkemahan Sumber Boyong, Yogyakarta. Setiba di sana kami
mempersiapkan diri kami masing-masing. Mulai dari mandi, registrasi, dll.
Setelah registrasi kami mendapatkan atribut KKMBI, yaitu slayer, hand book dan
co card/ name tag yang bertuliskan nama, tempat tenda kami juga tempat
angkringan (tenda tempat pengambilan konsumsi) dan gambar kelompok. Saya
sendiri saat hari pertama belum mendapatkan co card, karena ada kesalahan di
bagian registrasi. Dan malam harinya saya harus mengurusnya. Tapi, keesokan
harinya saya telah mendapatkan co cardnya.
Pada pukul 5 sore
kami melaksanakan Opening Ceremony. Pada Opening Ceremony ini, ada perwakilan
dari setiap BPD yang hadir. Perwakilan tersebut ditugaskan untuk memakai
pakaian adat khas dari daerah mereka. Ada 14 BPD dari seluruh Indonesia yang
mengikuti KKMBI 2012 dan bersama-sama menampilkan keunikan daerah
masing-masing. Kami sendiri, dari Jawa Barat, mengutus Ruth dan Sugito untuk
mewakili BPD Jabar dalam Opening Ceremony tersebut dengan menggunakan pakaian
adat khas Jabar, yaitu kebaya.
Setelah makan
malam, kami segera mengikuti Welcome Party. Sambutan yang sungguh luar biasa di
KKMBI 2012 ini. Semangat kaum muda benar-benar terasa dalam setiap acara. Mulai
dari pujian, Firman Tuhan oleh Pdt. Timotius Kabul, sampai kepada penyalaan
kembang api. Sungguh mempesona! Pesta kembang api malam itu merupakan sebuah
sambutan penuh sukacita untuk para peserta KKMBI 2012. Malam itu juga, kami
menonton sebuah pertunjukan khas Jawa, yaitu Ketoprak. Grup ketoprak ini
dipimpin oleh Bapak Dwi Tirtayasa. Kisahnya mengenai kehidupan Yusuf. Ketoprak
ini dibawakan dengan sense of humor
yang cukup tinggi, disertai dengan makna mendalam dari kisah kehidupan Yusuf
yang disampaikan.
Hari pertama KKMBI
2012 sangat luar biasa. Hari itu juga adalah hari pertama kami untuk
membiasakan diri tidur di dalam dinginnya malam di Sumber Boyong Yogyakarta.
Tenda kami juga dingin dan penuh dengan embun.
Keesokan harinya, 3
Juli 2012, kira-kira pukul 5 pagi, seluruh peserta dibangunkan oleh operator
informasi, “Kepada seluruh peserta KKMBI 2012 diharapkan segera bangun dan
bersaat teduh, karena waktu telah menunjukkan pukul 04.50.” Udara dingin
membuat badan saya menggigil, tapi tetap kami bersaat teduh bersama di dalam
tenda. Selesai saat teduh, kami mengantri mandi. Pukul 05.30 antrian kamar
mandi sudah cukup panjang. Saya harus mengantri selama +/- 1 jam. Saat pagi
hari, mulai pukul 5 sampai 6.30 pagi, operator informasi selalu memutarkan
lagu-lagu rohani. Entah kenapa, hal itu sangat membuat hati dan pikiran adem. J
Pada hari kedua
tersebut, ada 3 sesi yang kami dapatkan. Sesi pertama adalah mengenai “Pemuda
di Era IT.” Sesi ini membahas mengenai bagaimana menjadi anak muda yang melek
teknologi, tidak ketinggalan zaman, tetapi tetap memegang teguh prinsip Firman
Tuhan. Sesi mengenai teknologi ini disampaikan oleh Ir. Miste Yuono.
Sesi 2 dilanjutkan
setelahnya. Sesi ini membahas tentang “Kewirausahaan.” Disampaikan oleh Ir.
Jacky Latupeirissa. Beliau menyampaikan bagaimana sifat seorang entrepreneur,
bagaimana memulai sebuah usaha dan mengembangkannya. Pada siang itu juga kami
diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat perawatan bunga krisan. Selain itu,
kami juga mengunjungi pabrik tempat pembuatan produk yang berasal dari jamur.
Sore harinya, kami diberi kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat dan
membantu pekerjaan mereka. Senang sekali. Kami membantu sedikit, dan sesudahnya
kami diberi salak. Hehehe… Mantabsss
Pada sore harinya,
kami memperoleh sesi 3. Sesi ini mengenai “Penata Layanan.” Sesi ini dijelaskan
oleh Pdt. Martinus Ursia. Dalam penata layanan ini, anak muda dituntut memiliki
sikap hidup yang setia, jujur, taat, bekerja keras, dan mendapatkan upah.
Pada hari ke-2 ini
juga diadakan Kebaktian Kebangunan Rohani. Petugas dalam ibadah KKR ini adalah
kontingen dari Jawa Barat. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Firmanius
Wanujaya. Dalam ibadah KKR ini banyak
anak muda yang mengambil keputusan pribadi. Malam semakin larut, dan dari
sumber informasi, operator mengumumkan, “Kepada seluruh peserta KKMBI
diharapkan segera beristirahat, karena besok masih banyak acara yang harus
diikuti.”
Hari ke-3. Rabu, 4
Juli 2102. Diawali dengan persiapan pribadi. Selanjutnya adalah sesi ke 4
mengenai “Karakter dan Integritas.” Sesi ini disampaikan oleh Pdt. Yustianus
Djoko Santoso. Setelah diselingi snack, sesi terakhir KKMBI mengenai Jati Diri
Pemuda Baptis disampaikan oleh dr. Andreas Andoko.
Di siang hari yang
panas, sesudah kami makan siang, kami diberi kesempatan untuk workshop kembali.
Tempat yang kami tuju memang jauh dari bumi perkemahan kami. Kami harus berjalan
kurang lebih 1 jam untuk dapat mencapai tempat itu. Tempat yang kelompok kami
tuju adalah peternakan cacing. Di sana cacing tanah dikembangbiakkan untuk
membantu pembuatan pupuk organik. Setelah itu, kami diajak ke peternakan sapi
perah. Di sana kami diberi segelas susu murni segar dengan rasa strawberry.
Kami juga diberi penjelasan mengenai sapi perah dan bagaimana beternak sapi
perah tersebut.
Sore harinya, kami menumpang mandi di rumah
masyarakat. Saya, Ruth, Nesya dan Iis menumpang mandi di keluarga Katolik.
Mereka memiliki warung. Keluarga ini sangat ramah dan baik pada kami. Setelah
mempersiapkan diri kami masing-masing, kami langsung menuju perkemahan. Sore
hari itu diisi dengan Seminar dari Lembaga Misi Baptis di Indonesia. Lembaga
Misinya adalah Rumah Sakit Baptis (di Lampung dan Kediri), Sekolah Tinggi
Kesehatan Baptis Kediri, Sekolah Tinggi Teologia Baptis Jakarta, dan Sekolah
Tinggi Desain Indonesia.
Malam hari itu pun
sangat istimewa. Setelah kami makan malam, kami menikmati Talents Show dari
berbagai BPD di Indonesia. Ada tarian daerah dari BPD Kedu, ada drama dari BPD
Semarang, persembahan pujian, dan lain-lain. Kami dari Jawa Barat tidak
menampilkan talents show pada malam itu, karena waktu untuk talents show telah
habis. Jadi, kami tampil di saat closing ceremony hari Jumat, 6 Juli 2012.
Hari ke 4, Kamis, 5
Juli 2012 adalah hari yang sangat istimewa. Pada hari itu tidak ada sesi. Yang
ada hanyalah main, main dan main. Hehe. Hari itu kami mengikuti acara Tracking
and Out Bond. Kami per kelompok menyusuri daerah Kaliurang. Kami melihat pemandangan
yang sangat indah di sana. Kegiatan out bond yang kami lakukan juga sangat
menyenangkan. Setiap games yang diberikan memacu kami untuk bekerjasama dan
saling membantu. Tracking dan out bond hari itu diakhiri dengan Water War.
Perang air ini benar-benar seru. Grup besar kami (grup Wayang) berusaha
memperebutkan bendera KKMBI saat itu. Sesudah itu, kami kembali ke perkemahan
dan mempersiapkan diri untuk ibadah dedikasi.
Ibadah dedikasi
dilaksanakan pada Kamis sesudah makan malam. Ibadah dedikasi ini adalah salah
satu puncak acara KKMBI 2012. Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Yosia. Pada
ibadah dedikasi ini juga ada sebuah penampilan yang sangat istimewa. Kami
secara langsung melihat the Great Indonesian Idol, Judika bersaksi dan memuji
Tuhan. Penampilan Judika ini menarik perhatian anak-anak muda yang hadir. Anak
muda yang tadinya ngantuk dan nyaris ketiduran, menjadi terbangun dan
bersemangat kembali.
Malam istimewa itu
segera berakhir. Kami kembali ke tenda dan beristirahat dalam dinginnya malam
itu. Waktu cepat sekali berlalu. Tak terasa, malam itu adalah malam terakhir
kami merasakan kegembiraan di Kaliurang bersama kurang lebih 800 anak muda
Baptis dari seluruh Indonesia.
Keesokan harinya,
Jumat, 6 Juli 2012, pukul 9 pagi, kami melaksanakan closing ceremony. Closing
ceremony adalah kegiatan terakhir kami di KKMBI 2012. Ada perasaan sedih yang
muncul karena harus berpisah dengan teman-teman di KKMBI. Sesudah makan siang,
kami mengemas barang-barang bawaan kami. Satu-persatu BPD dijemput oleh bus dan
pulang ke asalnya. BPD Jawa Barat dijemput bus sekitar pukul 4 sore. Saya
sangat lelah membawa barang-barang bawaan saya. Untung saja, ada yang mau
membantu saya membawa tas mendaki bukit menuju bus. Dari perkemahan Sumber
Boyong kami diantar sampai ke BMB (GBI Anugerah Yogtakarta). Kami sampai di BMB
kira-kira pukul 6 sore. Kami diberi kesempatan untuk berjalan-jalan.
Setelah dibicarakan
dengan teman-teman, maka rombongan gereja Bakti, Cimahi dan beberapa teman
lainnya termasuk ketua BPD Jabar, mas Eriec berencana pergi ke Malioboro. Pukul
7 malam kami baru bisa berjalan-jalan ke Malioboro. Perjalanan dari BMB ke
Malioboro cukup jauh karena kami berjalan kaki. Waktu yang kami tempuh untuk ke
Malioboro kurang lebih 30 menit. Maka, karena kereta Lodaya yang menuju Bandung
berangkat pukul 21.24 dari Stasiun Tugu, kami diharuskan berkumpul kembali di
BMB pukul 20.30. Kami diberi waktu 15 menit untuk membeli oleh-oleh di
Malioboro. Saat inilah ketegangan dimulai. Dengan waktu yang sangat singkat,
kami, khususnya cewek, tidak dapat memilih dengan baik. Kami sempat menyesal
karena membeli bakpia dengan harga mahal di sebuah toko, padahal di sebelah
toko itu ada penjual bakpia emperan yang menjual dengan harga jauh lebih murah.
X_X
Puncak ketegangan
terjadi saat waktu sudah menunjukkan pukul 20.45 tapi rombongan kami belum
berkumpul semua untuk kembali ke BMB. Kami sangat-sangatlah riweuh saat itu. Kenapa?
Karena ada beberapa tas yang belum bertanda pita biru, yang menunjukkan bahwa
tas itu milik kontingen Jawa Barat, sementara tas-tas PKMB BPD Jabar akan
dikirim ke stasiun dengan mobil panitia. Akhirnya, mas Eriec pun jadi panic. Ia
terlihat sangat cemas. Sesampai di BMB, kami buru-buru memasukkan tas-tas kami
ke dalam mobil panitia. Setelah itu, kami kembali lagi buru-buru menuju Stasiun
Tugu.
Tiba di Stasiun
Tugu, barang-barang kami dicek satu-persatu. Ternyata, ada tas-tas dari satu
gereja yang tertinggal di BMB. Panitia yang ada saat itu pun ikut
panik. Beberapa menit
kemudian, kereta pun datang. Kami masuk ke dalam kereta, menuju gerbong bisnis
yang lumayan jauh dari peron di mana kami menunggu. Kelegaan pun perlahan
dirasakan ketika kami sudah bisa menikmati perjalanan menuju Bandung. Saya,
Yedit, dan Angel berbeda gerbong dengan anak Bakti lainnya. Saya duduk
bersebelahan dengan Yedit. Di hadapan kami ada Karin dan juga Lanny dari gereja
Imanuel. Di gerbong kami, banyak
kejadian lucu yang terjadi. Tapi, karena kami lelah, tak lama kemudian pun kami
tidur.
Kurang lebih 8 jam
kemudian, Stasiun Bandung yang kami tuju mulai terlihat. Setelah melewati
perjalanan panjang juga tidur yang terganggu oleh pedagang makanan yang masuk
malam hari saat kereta transit di stasiun-stasiun, kami bersyukur karena Tuhan
menjagai kami sampai tiba di Bandung. Waktu menunjukkan pukul 6 pagi saat kami
keluar dari peron Stasiun Bandung. Setelah menunggu beberapa saat, kami
dijemput oleh Pdt. Joko juga mas Kirman. Inilah saat perpisahan kami dengan teman-teman
KKMBI dari Jabar. Kami juga diantar oleh mas Eriec sampai ke pintu depan tempat
kami dijemput. Saya mengucapkan salam pada teman-teman dari GBI Cimahi yang
saat itu masih bersama-sama dengan kami.
Hari Sabtu, 7 Juli
2012, pukul 7 pagi, kami kembali berada di gereja Baptis Bakti dengan keadaan
yang baik. Terimakasih Tuhan untuk kesempatan mengikuti KKMBI 2012. Banyak
pengalaman berharga yang kami dapatkan dari acara kemah ini. Kami berharap,
KKMBI tahun ini menjadi momen terbaik untuk membangkitkan kembali semangat kaum
muda Baptis di Indonesia. Amin. Jesus bless us!






0 komentar:
Posting Komentar